Kabut Asap Kembali Pekat Selimuti Kota Jambi, Jarak Pandang Terbatas.

Kabut Asap Kembali Pekat Selimuti Kota Jambi, Jarak Pandang Terbatas.

LarakaNews.Com | KOTA JAMBI — Kabut asap kembali menyelimuti Kota Jambi pada Senin pagi (14/9/2026). Kondisi kabut asap yang terlihat cukup pekat sejak subuh hingga menjelang siang membuat jarak pandang masyarakat menjadi terbatas dan menimbulkan kekhawatiran terhadap aktivitas warga.


Kabut asap yang menyelimuti sejumlah kawasan Kota Jambi tampak cukup tebal. Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi jarak pandang, tetapi juga mulai dirasakan mengganggu kenyamanan masyarakat, terutama bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah.


Agus, salah seorang warga di kawasan Kota Baru, mengatakan kabut asap sudah terlihat sejak waktu subuh dan semakin terasa tebal hingga menjelang siang.


Dari subuh sampai menjelang siang kabut asap sangat tebal. Saya memandang ke atas saja tidak kelihatan lagi bagaimana bentuk langit,” ujar Agus.


Menurutnya, kondisi kabut asap yang kembali pekat tersebut menjadi perhatian karena dapat mengganggu mobilitas masyarakat apabila berlangsung dalam waktu yang cukup lama.


“Kalau kabut asap terus seperti ini, tentu akan mengganggu geraknya masyarakat,” lanjutnya.


Kondisi ini diharapkan menjadi perhatian pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera melakukan pemantauan terhadap kualitas udara serta mencari tahu sumber penyebab munculnya kabut asap.


Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika berkendara dalam kondisi jarak pandang yang terbatas. Pengguna kendaraan diharapkan menyesuaikan kecepatan dan lebih berhati-hati demi menghindari potensi kecelakaan.


Selain mengganggu aktivitas masyarakat, kabut asap juga perlu menjadi perhatian dari sisi kesehatan. Masyarakat, terutama kelompok rentan, diharapkan dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara semakin memburuk dan menggunakan perlindungan yang diperlukan.


Kabut asap yang kembali menyelimuti Kota Jambi menjadi pengingat bahwa persoalan kualitas udara membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan. Pemerintah bersama seluruh pihak terkait diharapkan dapat memastikan kondisi udara tetap aman bagi masyarakat serta mengambil langkah cepat apabila terjadi peningkatan pencemaran udara. (rs)