Perluas Jejaring, Komunitas GUSDURIAN JAMBI Buka Puasa Bersama Sambil Ngobrolin Gusdur.

Perluas Jejaring, Komunitas GUSDURIAN JAMBI Buka Puasa Bersama Sambil Ngobrolin  Gusdur.

LarakaNews, Jambi - Terus bergerak untuk kebersamaan, Komunitas Gusdurian Jambi bersama komunitas jejaring laksanakan buka puasa bersama di Masjid Jamaah Ahmadiyah Jambi pada Minggu (8/3).

Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus refleksi bersama mengenai nilai-nilai toleransi, kemanusiaan, dan perdamaian yang diwariskan oleh Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Acara santai tersebut  diawali  diskusi santai yang membahas pemikiran dan teladan Gus Dur dalam merawat keberagaman di Indonesia yang dikoordinir oleh Rafi'i Ritonga, dosen muda UIN Sultan Thaha Jambi. 

Para peserta lintas agama dan lintas komunitas yang hadir seperti dari Islam, Katolik, Kristen, Yayasan Cahaya Limo Pusako dan beberapa dosen UIN Sultan Thaha Jambi berbagi pandangan dan pengalaman mengenai pentingnya melanjutkan semangat inklusivitas yang selama ini diperjuangkan oleh Gus Dur.

Dalam diskusi tersebut, MH Abid, menyampaikan bahwa sosok Gus Dur merupakan figur pemimpin yang langka dan diterima banyak kalangan.

Menurutnya, tidak banyak tokoh yang mampu mengayomi berbagai kelompok masyarakat hingga akhir hayat seperti yang dilakukan Gus Dur.

“Tidak banyak tokoh seperti Gus Dur yang mampu mengayomi semua kalangan sampai akhir hayatnya. Ia menjadi teladan dalam merawat kemanusiaan dan kebersamaan,” ungkap MH Abid yang seorang dosen UIN Sultan Thaha Jambi .

Gusdurian Jambi


Seirama dengan itu, Hafizen, yang juga dosen di UIN Sultan Thaha Jambi, menambahkan bahwa Gus Dur selalu berupaya menghadirkan semangat beragama yang lebih substansial. 

Ia menilai bahwa Gus Dur mengajarkan praktik keberagamaan yang tidak sekadar menonjolkan simbol, tetapi lebih menekankan nilai kemanusiaan, keadilan, dan persaudaraan.


“Gus Dur berupaya membawa semangat beragama yang substansif, tidak selalu menonjolkan simbol, tetapi lebih pada nilai-nilai kemanusiaan dan kedamaian,” ujar Hafizen.

Kegiatan buka bersama berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Selain menjadi momen mempererat hubungan antar komunitas, pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk membahas rencana kegiatan selanjutnya yaitu Diskusi Bina Damai Anak Muda yang direncanakan akan dilaksanakan pada April 2026.

Sebelum berpisah, Ustad Syarif Hidayatullah, Mubaligh Daerah Ahmadiyah di Jambi mengungkapkan senang atas kehadiran saudara/i semua yg hadir dalam buka puasa di mesjid ini.

"Saya mewakili Jamaah Ahmadiyah yang hadir mengucapkan banyak terimakasih atas kehadiran saudara/saudari semua. Mau datang ke tempat kami menjalin silaturahmi dan mengenal langsung komunitas Ahmadiyah disini.

Kami senang bila ada yg mau berdiskusi langsung agar lebih mengenal. Jika lewat dekat sini silahkan mampir, kami pasti terima", ungkap Mubaligh yg pernah bertugas di Bangka Belitung ini.

Penggerak Gusdurian Jambi berharap kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang dialog bagi generasi muda untuk memperkuat nilai toleransi, perdamaian, dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat terkhusus di Jambi dan mau bergabung dengan Komunitas Gusdurian Jambi.

Melalui kegiatan ini, Gusdurian Jambi berharap semangat pemikiran dan keteladanan Gus Dur dapat terus hidup dan menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam merawat Indonesia yang damai dan inklusif.