Somaliland Negara Yang Baru Saja Diakui Israel Merdeka.

Somaliland Negara Yang Baru Saja Diakui Israel Merdeka.

Israel mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Negara Somaliland pada Jumat (26/12/2025). Israel menandatangani deklarasi bersama yang menetapkan hubungan diplomatik penuh dengan Somaliland. 

Namun, pengakuan Israel atas Somaliland mendapat kecaman dari negara sekitar, termasuk Somalia, Mesir, Turkiye, dan Uni Afrika, dilansir dari Kompas.com, Minggu (28/12/2025). 

Republik Somaliland sendiri merupakan wilayah yang sejak 1991 memproklamirkan diri sebagai negara merdeka dari Somalia. Dilansir dari Reuters, langkah Israel ini berisiko mengubah dinamika politik di kawasan Tanduk Afrika.

Bahkan, langkah Israel ini diyakini akan memicu ketegangan dengan Somalia yang selama ini menentang keras pemisahan wilayah itu. 

Lantas, ada di mana tepatnya negara Somaliland?

Wilayah ini berbatasan langsung dengan negara Djibouti di utara-barat laut, Ethiopia di selatan dan barat, serta sisanya berbatasan dengan wilayah Somalia di timur dan tenggara. 

Secara geografis, posisi Somaliland berada di titik yang strategis di jalur pelayaran utama antara Laut Merah dan Samudra Hindia, sebuah rute dagang global penting yang menghubungkan Eropa, Timur Tengah, dan Asia. 

Letak Somaliland yang dekat dengan jalur pelayaran strategis, termasuk selat Bab al-Mandeb yang merupakan pintu masuk ke Laut Merah, membuatnya penting secara geopolitik bagi perdagangan internasional dan stabilitas keamanan regional. 

Pesisir dan pelabuhan utama seperti Berbera menjadikan wilayah ini menarik bagi investor dan negara yang mencari akses laut di kawasan yang merupakan titik persimpangan antara Afrika, Timur Tengah, dan Asia. 

Luas wilayah Somaliland sekitar 177.000 kilometer persegi, dengan populasi sekitar 5,7 juta penduduk, data per 2 Januari 2024. Saat ini, Somaliland di bawah kepemimpinan Presiden Abdirahman Mohamed Abdullahi atau dikenal sebagai Abdirahman Cirro. Baca juga: 5 Fakta KTP WNA Asal Israel yang Viral, Disdukcapil Cianjur Pastikan Palsu

Sejak runtuhnya pemerintah pusat Somalia pada awal 1990-an, Somaliland mendeklarasikan kemerdekaannya dari Somalia pada 1991 dan menjalankan pemerintahan sendiri secara de facto selama lebih dari tiga dekade, dengan Hargeisa sebagai ibu kotanya. 

Dalam hal ini termasuk memiliki sistem pemerintahan, mata uang, pasukan keamanan, dan institusi administratif yang terpisah.

Meskipun demikian, hingga akhir Desember 2025, klaim kedaulatan ini belum diakui secara luas oleh negara-negara lain atau badan internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa atau Uni Afrika.

Pada 26 Desember 2025, Israel menjadi negara anggota PBB pertama yang secara resmi mengakui Republik Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat. 

Pengakuan ini dilakukan melalui deklarasi bersama antara Perdana Menteri Israel dan Presiden Somaliland, yang membuka jalan bagi hubungan diplomatik penuh di berbagai bidang seperti pertanian, kesehatan, teknologi, dan ekonomi. 

Keputusan ini mengikuti semangat normalisasi hubungan seperti yang tercermin dalam Abraham Accords, meskipun masih menuai kritik dari banyak pihak di kancah internasional, seperti dicukil dari Reuters. Langkah Israel ini ditolak oleh pemerintah Somalia, yang menegaskan bahwa Somaliland secara hukum tetap merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah negara Somalia berdasarkan konstitusi nasional dan prinsip integritas teritorial.

Somalia mengecam pengakuan itu sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan kedaulatan negaranya. Banyak negara lain dan organisasi internasional juga mengkritik keputusan Israel tersebut, menegaskan kembali dukungan mereka terhadap integritas wilayah Somalia.

Somaliland sendiri telah berupaya selama bertahun-tahun untuk mendapatkan pengakuan internasional melalui dialog diplomatik, kerja sama ekonomi, dan konsolidasi pemerintahan yang relatif stabil di tengah kawasan yang sering dilanda konflik. Perkembangan pengakuan ini dipandang oleh beberapa analis sebagai momen penting dalam pencarian legitimasi internasional wilayah tersebut.